Sabtu, 14 Maret 2015

Jurnal Pembalik

Jurnal Pembalik
Hakikat Jurnal Pembalik
Setelah berakhirnya satu periode akuntansi, maka langkah  awal memasuki periode  akuntansi berikutnya adalah membuat ayat jurnal pembalik. Jurnal pembalik pada hakekatnya adalah jurnal untuk membalikan  ayat  jurnal  penyesuaian, artinya  jika  di  jurnal  penyesuaian  ayat  jurnal menunjukkan debit maka untuk jurnal pembalik ayat jurnal ini diletakkan sebelah kredit dan sebaliknya.  namun  tidak  semua  ayat  jurnal  penyesuaian  harus  dibalikan. Disamping itu pembuatan ayat jurnal pembalik ini bukan suatu keharusan tergantung sistem pencatatan akuntansi  perusahaan  dalam  hal  pengakuan  harta  atau  beban  dan  utang  atau  pendapatan atau dengan kata lain yang dibuatkan jurnal pembalik hanya beban   akrual    (beban  yang    ditangguhkan pembayarannya)   sehingga   muncul   utang   dan   pendapatan   akrual (pendapatan yang masih harus diterima) muncul piutang. Dasar penyusunan ayat jurnal pembalik adalah dari jurnal penyesuaian, indikator suatu ayat jurnal penyesuaian memerlukan jurnal pembalik adalah jika suatu ayat jurnal penyesuaian memunculkan akun riil yang baru (belum muncul di neraca saldonya).
Tujuan Pembuatan Jurnal Pembalik
Tujuan pembuatan jurnal balik ini adalah:
1. Untuk menyederhanakan pembuatan jurnal pada periode berikutnya. Pembuatan  jurnal balik  ini akan bermanfat jika perusahan  membuat jurnal yang banyak jumlahnya.
2. Meminimalkan kekeliruan yang mungkin terjadi (untuk menghindari pengakuan pendapatan dan beban berganda karena penyusunan AJP)
Jurnal Penyesuaian yang perlu dibuat Jurnal pembalik
Jadi dapat diuraikan bahwa Hal-hal yang memerlukan Jurnal Pembalik, antara lain:

1. Beban-beban yang masih harus dibayar.
2. Beban dibayar di muka (bila dicatat sebagai beban).
3. Pendapatan yang masih harus diterima.
4. Pendapatan diterima di muka (bila dicatat sebagai pendapatan).
5.Perlengkapan ( bila dicatat sebagai beban perlengkapan )

Secara lebih jelas lihatlah tabel dibawah ini (Klik Gambar Untuk memperjelas Tampilan):
Hakikat Jurnal Pembalik


Kesimpulan :
Jurnal pembalik adalah jurnal untuk membalikan  ayat  jurnal  penyesuaian, artinya  jika  di  jurnal  penyesuaian  ayat  jurnal menunjukkan debit maka untuk jurnal pembalik ayat jurnal ini diletakkan sebelah kredit dan sebaliknya.  namun  tidak  semua  ayat  jurnal  penyesuaian  harus  dibalikan, dengan kata lain pembuatan jurnal pembalik adalah opsional (pilihan). Penyusunan jurnal pembalik bertujuan untuk  menyederhanakan pembuatan jurnal pada periode berikutnya dan meminimalkan kekeliruan yang mungkin terjadi.

Jumat, 13 Maret 2015

Sejarah Akuntansi

Rangkuman Sejarah Akuntansi

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas, dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

    Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aktiva, utang dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu.
    Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahui laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
    Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
    Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa mendatang

Sejarah awal akuntansi dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan meng­gunakan catatan. Pada abad XIV perhitungan rugi laba telah dilakukan pedagang-pedagang Genoa dengan cara menghitung harta yang ada pada akhir suatu pelayaran dan dibandingkan pada saat mereka berangkat. Tonggak sejarah akuntansi dimulai pada tahun 1494 pada saat Lucas Paciolo (Lukas dari Burgos) menerbitkan buku ilmu pasti yang berjudul “Suma de Arilhmalica, Proportioni et Proportionaiita”. Dalam buku itu terdapat satu bab, berjudul ‘Tractatus de Computis et Scriptorio”. yang berisi cara-cara pembukuan menurut catatan berpasangan (double book keeping). Peranan romawi sebagai gelanggang percaturan politik dunia surut pada akhir abad 15. Ditambah dengan penemuan belahan dunia dan jalur perdagangan baru, pusat perdagangan berpindah ke Spanyol dan Portugal, kemudian ke Belanda. Sejalan dengan perpindahan pusat perdagangan tersebut sistem akuntansi Romawi, yang telah dikembangkan sebelumnya, juga ikut pindah ke negara-negara ini. Kemajuan mencolok dalam bidang akuntansi sejak perpindahan tersebut adalah mulai dibuatnya perhitungan rugi laba tahunan. Hal ini kemudian mendorong dikembangkannya penyusunan neraca pada setiap saat setelah jangka waktu tertentu.  Pada 1673 Perancis mengharuskan kepada setiap pengusaha di negaranya untuk membuat neraca perdagangan paling tidak sekali dalam 2 tahun. Pada abad 19 ditandai dengan kejadian-kejadian ekonomi penting, yang akibatnya juga terasa di bidang akuntasi. Dalam abad ini revolusi industri berkecamuk di daratan Eropa. Dampak langsung dari perubahan teknologi industri tersebut adalah berkembangnya bidang akuntansi biaya dan munculnya konsep penyusutan. Di abad 20 perkembangan besar terjadi pada 1930. Pada saat itu untuk pertama kalinya diadakan pembahasan antara New York Stock Exchange dengan American Institute of Certified Public Accountant guna menetapkan prinsi-prinsip akuntansi yang harus diikuti oleh perusahaan yang saham-sahamnya terdaftar di bursa. Sebelumnya, pada 1925 Inggris telah mengeluarkan undang-undang yang mengatur sistem pelaporan keuangan. Sejak saat ini perkembangan banyak berkisar praktek-praktek akuntansi, termasuk digunakannya komputer setelah perang dunia ke 2.
Herbert (dalam Harahap, 1997) menjelaskan perkembangan akuntansi sebagai berikut.
Tahun 1775  : pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik yang single entry  maupun double entry.
Tahun 1800   : masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama digunakan dalam perusahaan.
Tahun 1825     : mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial auditing).
Tahun 1850   : laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting.
Tahun 1900   : di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional.
Tahun 1925   : banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain:

    Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk perpajakan, akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah;
    Laporan keuangan mulai diseragamkan;
    Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan; dan
    Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai dikenalkannya“punch card record”.

Tahun 1950 s/d 1975 : Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut.

    Pada periode ini akunansi sudah menggunakan computer untuk pengolahan data.
    Sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP).
    Analisis Cost Revenue semakin dikenal.
    Jasa-jasa perpajakan seperti kunsultan pajak dan perencanaan pajak mulai ditawarkan profesi akuntan.
    Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang cepat.
    Muncul jasa-jasa manajemen seperti system perencanaan dan pengawasan.
    Perencanaan manajemen serta management auditing mulai diperkenalkan.

Tahun 1975   : mulai periode ini akuntansi semakin berkembang dan meliputi bidang-bidang lainnya, perkembangan itu antara lain:

    Timbulnya management science yang mencakup analisis proses manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya;
    Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan model-model organisasi, perencanaan organisasi, teori pengambilan keputusan, dan analisis cost benefit;
    Metode permintaan yang menggunakan computer dalam teori cybernetics;
    Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal; dan
    Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.

Akuntansi mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642. Akan tetapi bukii yang jelas terdapat pada pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta sejak 1747. Selanjutnya akuntansi di Indonesia berkembang setelah UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun 1870. Hal ini mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta Belanda yang menanamkan modalnya di Indonesia, Mereka menerapkan sistem pembukuan seperti yang diajarkan Lucas Paciólo. Dalam tahun 1850 orang Belanda menemukan metode pembukuan baru yang lebih efisien. Selama periode 1850-1900 terjadi semacam dualisme antara yang menggunakan metode lama dengan yang menggunakan metode baru. Baru pada awal abad 20, metode pembukuan lama hilang dari sejarah akuntansi Belanda. Perkembangan ini juga di bawa ke Indonesia. Sementara bidang-bidang usaha yang besar dikuasai Belanda, bidang-bidang usaha yang kecil dibiaran dikuasai oeh kelompok timur asing, seperti Cina, Arab, India dan lain-lain. Sebagai daya tarik, Pemerintahan kolonial Belanda tidak mencampuri sistem pembukuan yang mereka gunakan. Dalam hubungan ini muncul sistem pembukuan Cina (sistem Hokian, Canton, Hakha, Tio Tjoe), Arab,India dan lain-lain. Kemudian pada tahun 1907, di Indonesia diperkenalkan sistem pemeriksaan (auditing) untuk menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan. Tidak banyak pembahan sistem akuntansi di Indonesia pada masa penjajahan Jepang, Setelah kemerdekaan pemerintah RI mempunyai kesempatan mengirimkan putra-putrinya belajar akuntansi ke luar negeri. Sedangkan pendidikan akuntansi di dalam negeri mulai dirintis pada tahun 1952 oleh Universitas Indonesia yang mem­buka jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonominya. Pada tahun 1954 keluarlah UU No. 34 yang mengatur pemberian gelar Akuntan. Suatu organisasi profesi yang menghimpun para akuntan di Indonesia berdiri pada 23 Desember 1957 dan diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Organisasi ini mendirikan seksi Akuntan Publik tahun 1978 dan seksi Akuntan Pendidik tahun 1986. UU Penanaman Modal Asing dikeluarkan tahun 1967 dan disusul UU Penanam­an Modal Dalam Negeri tahun 1968, merupakan pendorong berkembangnya profesi akuntansi. Tumbuhnya perusahaan-perusahaan baru, baik yang didirikan dalam rangka ke dua undang-undang tersebut maupun yang bukan, sebagai akibat makin baiknya iklim investasi di Indonesia, telah meningkatkan kebutuhan akan tenaga akuntansi. Sementara itu, di sektor Pemerintah, bertambahnya proyek-proyek pembangunan yang harus dikelola, baik melalui dana APBN maupun non APBN di satu pihak, dan makin disadarinya sistem pertanggungjawaban yang auditable dan accountable, di pihak lain, telah mendorong lajunya perkembangan profesi akuntansi. Pemerintah sangat berperan dalam mendorong perkembangan profesi ini. Diantaranya dengan membentuk Tim Koordinasi Pengembangan Akuntansi dalam tahun 1985.

Jurnal Penutup

AYAT JURNAL PENUTUP

1.     Pengertian Ayat Jurnal Penutup
Ayat jurnal penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk me-nol-kan akun-akun nominal dan dipindahkan ke akun ekuitas melalui ikhtisar rugi laba. Penutupan akun-akun nominal merupakan proses akhir pekerjaan akuntansi untuk mengetahui kemajuan-kemajuan perusahaan selama satu periode akuntansi yang kemudian di posting/dipindahkan ke akun buku besar. Setelah buku besar ditutup, selanjutnya dibuat neraca sisa setelah penutupan.

2.      Tujuan Ayat Jurnal Penutup
Tujuan ayat jurnal penutup adalah sebagai berikut :
a.       Menghitung laba rugi untuk periode yang bersangkutan
b.      Memisahkan transaksi pendapatan dan beban tahun tertentu dengan tahun berikutnya
c.       Mendapatkan neraca akhir (neraca sisa setelah penutupan) yang akan merupakan neraca awal tahun berikutnya
d.      Memisahkan perangkat pencatatan (buku) tahun tertentu dengan tahun berikutnya sehingga memudahkan pemeriksaan


3.      Akun-Akun yang Memerlukan Jurnal Penutup
Yang termasuk akun-akun yang perlu ditutup adalah :
a.       Pendapatan
b.      Prive
c.       Beban-beban
d.      Rugi laba usaha

4.      Langkah – Langkah Menyusun Jurnal Penutup
Cara menyusun jurnal penutup adalah sebagai berikut :
a.       Memindahkan saldo akun pendapatan ke akun laba rugi atau ikhtisar laba rugi, dengan mendebit akun pendapatan sebesar saldonya dan mengkredit akun laba rugi.
Pendapatan                             Rp. xx
                        Ikhtisar laba rugi                                 Rp. xx
b.      Memindahkan saldo akun beban ke akun laba rugi dengan mengkredit akun beban sebesar saldonya dan mendebit akun laba rugi.
Ikhtisar laba rugi                     Rp. xx
Beban                                                  Rp. xx
c.       Memindahkan saldo akun laba rugi ke akun ekuitas.
a)      Jika saldo menunjukkan laba, akun laba rugi didebit dan akun ekuitas dikredit.
Ikhtisar laba rugi                     Rp. xx
                  Ekuitas                                                            Rp. xx
b)      Jika saldo menunjukkan rugi, akun laba rugi dikredit dan akun ekuitas didebit
Ekuitas                                                Rp. xx
            Ikhtisar laba rugi                                 Rp. xx
d.      Memindahkan akun prive ke akun ekuitas, dengan mengkredit akun prive dan mendebit akun ekuitas.
Modal Mr.X                            Rp. xx
            Prive                      

Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan Dasar Akuntansi
Sebelum kita mempelajari akuntansi lebih lanjut, kita harus terlebih dahulu memahami persamaan dasar dari akuntansi. Persamaan dasar ini akan mempermudah kita dalam mengerjakan praktik-praktik akuntansi selanjutnya.
Pada pencatatan akuntansi yang menggunakan double entry system, keseimbangan antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya sangatlah penting. Adanya ketidakseimbangan menunjukkan adanya kesalahan dalam pencatatan. Oleh karena itulah kita harus mempelajari persamaan dasar akuntansi terlebih dahulu.
Bentuk-bentuk persamaan dasar akuntansi dapat dijabarkan sebagai berikut:
* Harta = Utang + Modal
* Utang = Harta - Modal
* Modal = Harta - Utang
Untuk yang lebih kompleksnya, persamaan dasar akuntansi juga dapat dirumuskan sebagai berikut:

* Harta + Beban = Utang + Modal + Pendapatan

Berdasarkan persamaan dasar akuntansi di atas, kita dapat menyusun mekanisme debet dan kredit seperti berikut:
Ada cara mudah mengingat mekanisme debet dan kredit ini, hanya dengan mengingat dua kelompok saja kita bisa ingat semuanya. Bagaimana caranya?
Caranya kita gunakan lima jari kita dengan ketentuan berikut:
gunakan lima jari kita dengan ketentuan berikut:



# Jari Jempol = Harta
# Jari Telunjuk = Utang
# Jari Tengah = Modal
# Jari Manis = Pendapatan
# Jari Kelingking = Beban
Sudah ingat semua letaknya?
Sekarang kita pertemukan jari jempol dan jari kelingking. Dua jari yang bertemu ini punya saldo normal di debet, otomatis tiga jari lainnya punya saldo normal di kredit.
Setiap kelompok yang memiliki saldo normal di debet, setiap penambahan akan mempengaruhi debet pula dan setiap pengurangan akan mempengaruhi kredit. Begitu pula sebaliknya, setiap kelompok yang memiliki saldo normal di kredit, penambahan akan mempengaruhi kredit pula, sedangkan pengurangan akan mempengaruhi debet.
Gimana? Cukup simple-kan untuk mengingatnya?
Cukup pertemukan jari jempol dan jari kelingking yang melambangkan debet.

Kamis, 12 Maret 2015

Neraca

LAPORAN NERACA

Pengertian Neraca
Neraca adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal. Harta yang disajikan dalam neraca disusun berdasarkan likuiditas, yaitu tingkat kecepatan harta tersebut menjadi uang, dalam kegiatan perusahaan. Sedangkan utang disusun atas jangka waktu pembayaran. Dan modal disusun berdasarkan tingkat kekekalan/lamanya bertahan dalam perusahaan.
1) Aktiva (assets)
Aktiva adalah sumber daya  yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. Aktiva diakui (dicantumkan) dalam neraca apabila manfaat ekonominya di masa depan besar kemungkinan dapat diperoleh perusahaan dan aktiva yang bersangkutan mempunyai nilai yang dapat diukur dengan andal. Aktiva dalam neraca secara garis besar diklasifikasikan menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar.
1) Aktiva Lancar
Aktiva lancar (current assets) adalah semua aktiva perusahaan yang meliputi uang tunai dan  aktiva lain yang mudah dicairkan menjadi uang tunai, atau aktiva yang berkurang bahkan habis jika digunakan oleh perusahaan dalam satu periode akuntansi. Termasuk golongan aktiva lancar antara lain, yaitu:
  • Kas,
  • Surat‑surat berharga yang segera dapat di jual (marketable securities),
  • Deposito jangka pendek, Wesel tagih jangka pendek (notes receivable),
  • Piutang usaha atau piutang dagang (account receivable),
  • Piutang lain‑lain jangka pendek,
  • Persediaan (inventory),
  • Beban dibayar di muka (prepaid expense),
  • Pendapatan yang masih harus diterima (accruals receivable).
2) Aktiva Tidak Lancar
Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang mempunyai masa kegunaan (manfaat) lebih dari satu tahun, atau manfaatnya dapat dinikmati perusahaan dalam beberapa periode akuntansi.
3) Aktiva Tetap
Aktiva tetap adalah aktiva berwujud (tangible) yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun lebih dahulu dan digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan. Artinya, dalam keadaan aktivitas usaha normal tidak dimaksudkan untuk dijual kembali. Aktiva tetap, memiliki masa manfaat ekonomi lebih dari satu tahun. Aktiva tetap meliputi aktiva tetap yang tidak disusutkan (non depreciable) dan aktiva tetap yang disusutkan (depreciable). Termasuk aktiva tetap berwujud yaitu sebagai berikut
  • Tanah (land) sebagai tempat menjalankan usaha, atau di atasnya didirikan bangunan perusahaan, termasuk aktiva tetap yang tidak disusutkan.
  • Gedung atau bangunan (building) seperti gedung pabrik, gedung toko dan gedung kantor.
  • Mesin‑mesin (machinery) misalnya mesin‑mesin untuk menjalankan proses produksi.
  • Kendaraan untuk pengangkutan (delivery equipment), kendaraan yang digunakan dalam kegiatan usaha perusahaan misalnya sepeda motor, truk, dan kendaraan lainnya.
  • Peralatan kantor (office equipment), semua peralatan yang ada di kantor dan digunakan dalam kegiatan usaha perusahaan.

4) Aktiva Tidak Berwujud
Aktiva tidak berwujud (intangible assets) lebih merupakan hak istimewa yang dimiliki dan memberikan manfaat ekonomi kepada perusahaan. Aktiva tidak berwujud timbul misalnya karena posisi perusahaan yang menguntungkan, penemuan hal‑hal yang baru dan ak pengelolaan suatu fasilitas yang diterima perusahaan. Termasuk aktiva tidak berwujud antara lain hak patent, hak cipta, franchise, merek dagang, dan goodwill.

5) Aktiva Lain‑lain
Aktiva yang diperlakukan sebagai aktiva lain‑lain di antaranya sebagai berikut:
(1)   Aktiva tetap yang telah habis masa penggunaannya
(2)   Gedung dalam proses penyelesaian.
(3)   Piutang kepada pemegang saham.
(4)   Biaya yang ditangguhkan pembebanannya seperti biaya survey sebelum perusahaan menjalankan operasi dan biaya emisi saham.

b.  Kewajban (liabilities)
Kewajiban adalah hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu dan harus  diselesaikan di masa datang dengan menyerahkan aktiva atau jasa (sumber daya perusahaan). Kewajiban diakui dalam neraca apabila pengeluaran sumber daya yang akan dilakukan di masa datang adalah untuk menyelesaikan hutang masa kini, dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal. Kewajiban dalam neraca biasanya diklasifikasikan sebagai berikut.
1) Kewajiban Lancar
Kewajiban lancar meliputi hutang‑hutang yang harus dilunasi dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca. Atau kewajiban yang penyelesaiannya menggunakan sumber‑sumber yang merupakan aktiva lancar. Termasuk golongan kewajiban lancar antara lain sebagai berikut :
  • Hutang usaha atau hutang dagang (account payable), yaitu hutang yang timbul sebagai akibat pembelian barang atau penerimaan jasa dalam rangka kegiatan usaha pokok perusahaan.
  • Hutang wesel atau wesel bayar (notes payable) jangka pendek yaitu hutang yang dijamin dengan surat wesel atau promes.
  • Hutang beban seperti hutang bunga, hutang gaji, dan hutang sewa
  • Hutang pajak (pajak yang masih harus disetor)
  • Uang muka penjualan, uang yang diterima dari pembeli untuk penjualan yang belum direalisasi.
  • Hutang yang timbul karena pembelian aktiva tetap, pinjaman dari bank dan hutang lainnya yang harus dilunasi dalam waktu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca.
  • Bagian dari hutang jangka panjang (angsuran) yang jatuh tempo dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca.

2) Kewajiban Jangka Panjang
Kewajiban jangka paniang adalah hutang yang jatuh tempo pembayarannya setelah lewat waktu lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca. Dengan demikian penyelesaiannya tidak menggunakan sumber sumber yang merupakan aktiva lancar. Termasuk kewajiban jangka panjang antara lain sebagai berikut
  • Pinjaman obligasi yaitu hutang yang timbul melalui penjualan obligasi
  • Hutang hipotik yaitu hutang yang dijamin dengan barang (harta) tidak bergerak

3) Kewajiban Lain‑lain
Kewajiban lain‑lain merupakan pos tempat menampung hutang yang tidak memenuhi syarat untuk diperlakukan sebagai hutang lancar dan hutang jangka panjang. Termasuk kewajiban lain‑lain yaitu sebagai berikut :
  • Hutang kepada direksi
  • Hutang kepada perusahaan yang berafiliasi
  • Uang jaminan jangka panjang yang diterima dari pelanggan
  • Pendapatan yang ditangguhkan, misalnya pendapatan sewa jangka panjang diterima di muka.

4) Hutang yang disubordinasikan
Hutang yang disubordinasikan adalah pinjaman dengan suatu perjanjian subordinasi. Artinya kewajiban untuk melunasinya baru dilakukan setelah perusahaan melunasi suatu kewajiban tertentu. Apabila perusahaan dilikuidasi, hutang yang disubordinasi diselesaikan setelah perusahaan melunasi seluruh kewajiban lainnya.


c.   Ekuitas (Equity)
Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) ekuitas didefinisikan sebagai hak residual (sisa) atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Dengan demikian jumlah (besarnya) ekuitas sama dengan selisih antara aktiva dan kewajiban perusahaan. Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan, ekuitas diklasifikasikan sebagai berikut   :
1)      Modal yang disetor para pemegang saham, bisa terdiri atas:
  • Modal saham preferen atau saham prioritas;
  • Modal saham biasa.
2)      Tambahan modal disetor, bisa terdiri atas:
  • Agio, selisih lebih antara harga jual dan harga nominal saham;
  • (Disagio), selisih kurangan tara hargajual dan harga nominal saham;
  • Modal dari sumbangan;
  • Tambahan lainnya.
3)      Selisih penilaian kembakli aktiva tetap
4)      Saldo Laba yang dirinci sebagai berikut.
  • Cadangan tujuan.
  • Cadangan umum.
  • Saldo laba yang belum dicadangkan.

Macam – Macam Neraca
1) Neraca Saldo
Neraca saldo ialah suatu daftar yang berisi saldo-saldo sementara setiap akun buku besar pada suatu saat tertentu. Neraca saldo biasanya disusun pada akhir periode akuntansi, yang bertujuan untuk memeriksa kesamaan jumlah saldo debet dengan saldo kredit.

2) NeracaPembayaran
Neraca pembayaran adalah catatan dari semua transaksi ekonomi internasional yang meliputi perdagangan, keuangan dan moneter antara penduduk dalam negeri dengan penduduk luar negeri selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun atau dikatakan sebagai laporan arus pembayaran (keluar dan masuk) untuk suatu negara. Neraca pembayaran secara esensial merupakan sistem akuntansi yang mengukur kinerja suatu negara. Pencatatan transaksi dilakukan dengan pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping system), yaitu; tiap transaksi dicatat satu sebagai kredit dan satu lagi sebagai debit.
Transaksi yang dicatat sebagai kredit adalah arus masuk valuta. arus masuk valuta adalah transaksi-transaksi yang mendatangkan valuta asing, yang merupakan suatu peningkatan daya beli eksternal atau sumber dana. Sedangkan transaksi yang dicatat sebagai debit adalah arus keluar valuta. Arus keluar valuta adalah transaksi-transaksi pengeluaran yang membutuhkan valuta asing, yang merupakan suatu penurunan daya beli eksternal atau penggunaan dana.
Tiap-tiap credit entry (bertanda positif) harus diseimbangkan (balanced) dengan debit entry (bertanda negatif) yang sama. Kedua entries tersebut dikombinasikan untuk menghasilkan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal nasional (dari mana kita memperoleh danadana/ daya beli, dan bagaimana kita mengunakannya). Jadi, total kredit dan debit dari neraca pembayaran suatu negara akan sama secara agregat; namun, dari komponen-komponen neraca pembayaran, mungkin terdapat surplus dan deficit
Satu-satunya kesulitan riil dalam memahami bagaimana tiap transaksi mempengaruhi neraca pembayaran terletak pada interpretasi dari aset finansial dan hutang kepada pihak luar negeri. Contoh berikut membantu pemahaman tersebut diatas.
Contoh: Suatu perusahaan RI meminjam Poundsterling Inggris. Jelas, pinjaman ini merupakan peningkatan hutang penduduk/perusahaan RI pada pihak luar negeri (Inggris).
Pinjaman ini merupakan suatu credit entry pada neraca pembayaran. Debit entry yang sama akan diklasifikasikan sebagai suatu peningkatan dalam kepemilikan aset financial luar negeri, yaitu rekening bank debitor RI (yang didenominasi) dalam sterling merupakan suatu aset. Memiliki aset dalam valuta asing sama seperti memberikan pinjaman jangka pendek kepada negara lain.
Neraca pembayaran dapat dipecah ke dalam beberapa kategori yaitu; transaksi berjalan (current account), neraca modal (capital account), dan cadangan devisa negara (official reserves account).
a) Transaksi berjalan (current account).
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang berisi arus pembayaran jangka pendek (mencatat transaksi ekspor-impor barang dan jasa), yang meliputi :
  • ekspor dan impor barang-barang dan jasa ekspor barang-barang dan jasa yang diperlakukan sebagai kredit impor barang-barang dan jasa diperlakukan kembali sebagai debit
  • net investment income tingkat bunga dan dividen diperlakukan sebagai jasa karena merepresentasikan pembayaran untuk penggunaan modal.
  • net transfer (transfer unilateral)
meliputi bantuan luar negeri, pemberian-pemberian dan pembayaran lain antar pemerintah dan antar pihak swasta. Net transfer bukan merupakan perdagangan barang dan jasa. Atau dengan kata lain transaknsi berjalan merangkum aliran dana antara satu Negara tertentu dengan seluruh negara lain sebagai akibat dari pembelian barang-barang atau jasa, provisi income atas aset finansial, atau transfer unilateral (misalnya bantuan bantuan antar pemerintah dan antar pihak swasta). Transaksi berjalan merupakan ukuran posisi perdagangan intenasional yang luas. Defisit transaksi berjalan menjelaskan arus dana yang keluar suatu negara lebih besar dari dana-dana yang diterimanya.
Komponen transaksi berjalan meliputi neraca perdagangan dan neraca barang dan jasa. Transaksi berjalan umumnya digunakan untuk menilai neraca perdagangan. Neraca Perdagangan secara sederhana merupakan selisih/perbedaan antara ekspor dan impor. Jika impor lebih tinggi dari ekspor, maka yang terjadi adalah defisit neraca perdagangan.
Sebaliknya, jika ekspor lebih tinggi dari impor, yang terjadi adalah surplus. Sedangkan Neraca Jasa adalah neraca perdagangan ditambah jumlah pembayaran bunga kepada para investor luar negeri dan penerimaan dividen dari investasi di luar negeri, serta penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pariwisata dan transaksitransaksi ekonomi lainnya.

b) Neraca Modal (Capital Account)
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang mencerminkan perubahan-perubahan dalam kepemilikan aset jangka pendek dan jangka panjang (seperti saham, obligasi dan real estate) suatu negara, Yang meliputi : a. Arus modal masuk tercatat sebagai kredit karena suatu Negara menjual aset berharga kepada pihak asing untuk memperoleh uang tunai.
  • Arus modal keluar tercatat sebagai debit karena suatu Negara membeli asset berharga dari pihak asing (luar negeri).
  • Transaksi-transaksi neraca modal diklasifikasi sebagai investasi portfolio, langsung atau jangka pendek.
Untuk dapat membeli aset luar negeri diperlukan valuta asing, dengan demikian arus modal neto menggambarkan demand terhadap valuta asing. Nilai valuta asing ditentukan oleh demand valas untuk membeli barang-barang dan jasa dan demand terhadap valas untuk membeli aset. Neraca Modal adalah ukuran investasi jangka pendek dan jangka panjang suatu negara, termasuk investasi langsung luar negeri dan investasi dalam sekuritas.

c) Cadangan Devisa Negara (Official Reserves Account)
Mengukur perubahan-perubahan dalam cadangan internasional yang dimiliki oleh otoritas keuangan suatu negara. Hal ini mencerminkan surplus atau defisit transaksi-transaksi ekonomi neraca berjalan dan meraca modal suatu negara yang dihasilkan dengan cara mencari nilai selisih (netting) dari cadangan aset dan cadangan hutang. Cadangan devisa terdiri dari :
a) Cadangan internasional yang terdiri dari emas dan aset luar negeri yang dapat diperdagangkan.
b) Peningkatan dalam tiap aset tercatat sebagai debit
c) Penurunan cadangan aset tercatat sebagai kredit

3) Neraca Lajur
Neraca lajur adalah suatu lembaran kertas berlajur / berkolom yang digunakan dalam kegiatan dalam kegiatan akuntansi secara manual. Adapun kegunaan dari neraca lajur adalah untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.Neraca lajur berisi semua informasi untuk laporan keuangan seperti saldo-saldo perkiraan sebelum jurnal penyesuaian , perkiraan-perkiraan jurnal penyesuaian dan saldo-saldo perkiraan setelah jurnal penyesuaian.
Dalam praktek penyelenggaraan akuntansi secara manual, laporan keuangan justru disusun terlebih dahullu sebelum keseluruhan tahap penyesuaian rekening diselesaikan, yang dimaksudkan sebagai sarana uji kebenaran. Dalam akuntansi secara manual dapat dilakukan dengan cara membuat neraca lajur. Neraca lajur memuat 6 bagian pokok yaitu : (1) neraca saldo, (2) penyesuaian, (3) neraca saldo setelah penyesuaian, (4) laporan perhitungan laba-rugi, (5) laporan perubahan modal/laba ditahan, (6) neraca.




Bentuk Neraca
a. Bentuk Skontro (Account form)
Dalam bentuk skontro, semua aktiva perusahaan disusun di sisi kiri (debet), kewajiban dan ekuitas disusun di sisi kanan (kredit). Di tengah bagian atas ditulis judul yang berisi nama perusahaan, kata neraca, dan tanggal neraca. Sebagai contoh, berikut ini susunan aktiva, kewajiban, dan ekuitas “Bengkel Sukses” pada 31 Desember 2008 yang disusun dalam neraca bentuk skontro.
BENGKEL SUKSES
NERACA
31 Desember 2008
AKTIVA KEWAJIBAN  DAN EKUITAS
Aktiva Lancar Kewajiban Lancar  
Kas 18.000.000 Hutang usaha 22.000.000
Surat berharga 24.000.000 Hutang bank 12.000.000
Piutang wesel 22.000.000 Hutang wesel 8.000.000
Piutang usaha 6.800.000 Hutang pajak 2.400.000
Perlengkapan bengkel 5.200.000 Hutang bunga 300.000
Gaji dibayar dimuka 2.000.000 Pendapatan diterima dimuka 800.000
Jumlah aktiva lancar 78.000.000 Jumlah kewajiban lancar 45.500.000
       
Investasi Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang  
Investasi –  Saham PT. NUSA 40.000.000 Hutang hipotik 40.000.000
    Jumlah kewajiban 85.500.000
Aktiva Tetap   Ekuitas  
Tanah                                        80.000   Modal Aris 216.500.000
Bangunan                   100.000      
Akum. Penyusutan   (  20.000) 80.000      
Peralatan bengkel        40.000      
Akum.Penyusutan     (16.000) 24.000      
Jumlah aktiva tetap 184.000.000    
Total Aktiva 302.000.000 Total Kewajiban dan Ekuitas 302.000.000

*)    Aktiva tetap setiap akhir periode nilainya disusutkan.  Jumlah penyusutan sampai dengan tanggal neraca akan tampak pada akun “Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap” yang bersangkutan.
b.  Bentuk Vertikal (Report form)
Dalam bentuk ini aktiva, kewajiban dan ekuitas disusun beurutan ke bawah (vertikal). Apabila data keuangan “Bengkel Sukses” pada contoh di atas disusun dalam neraca bentuk vertikal, akan tampak sebagai berikut:
BENGKEL SUKSES
NERACA
Per. 31 Desember 2008
AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas 18.000.000,00
Surat berharga 24.000.000,00
Piutang wesel 22.000.000,00
Piutang usaha 6.800.000,00
Perlengkapan bengkel 5.200.000,00
Gaji dibayar dimuka 2.000.000,00
Jumlah aktiva lancar 78.000.000,00
Investasi Jangka Panjang
Investasi Saham – PT Nusa 40.000.000,00
Aktiva Tetap
Tanah   80.000.000,00
Bangunan 100.000.000,00  
Akum. Penyusutan 20.000.000,00  
    80.000.000,00
Peralatan bengkel 40.000.000,00  
Akum.Penyusutan 16.000.000,00  
    24.000.000,00
Jumlah aktiva tetap 184.000.000,00
Total Aktiva 302.000.000,00
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Kewajiban Lancar
Hutang usaha 22.000.000,00
Hutang bank 12.000.000.00
Hutang wesel 8.000.000,00
Hutang pajak 2.400.000,00
Hutang bunga 300.000,00
Pendapatan diterima dimuka 800.000,00
Jumlah kewajiban lancar 45.500.000,00
Kewajibab Jangka Panjang
Hutang Hipotek 40.000.000,00
EKUITAS
Modal Aris 216.500.000,00
Total Kewajib

Pengertian Akuntansi

Apa Akuntansi?????
"Apa itu akuntansi???"

Pengertian Akuntansi

            Kata akuntansi (Accounting) berasal dari perkataan to Account yang berarti mempertimbangkan atau mempertanggungjawabkan.Akuntansi berkaitan dengan masalah pertanggungjawaban dari manajemen pengelola perusahaan kepada pemilik perusahaan atas kepercayaan yang diberikan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dalam melaksanakan aktivitas perusahaan.

Definisi akuntansi ada beberapa macam diantanya:

a)       Menurut American Accounting Association (AAA)
Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang mempergunakan informasi tersebut.

b)       Menurut American Institut of Certified Public Account (AICPA)
Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan peringgkasan menurut cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai uang dari segala transaksi atau kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya bersifat finansial dan kemudian menafsirkan hasilnya.

c)       Akuntansi adalah keseluruhan pengetahuan yang bersangkutan dengan fungsi menghasilkan informasi keuangan suatu organisasi kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Dari definisi-definisi di atas dapat ditarik pengertian sebagai berikut:

1.       Unit Organisasi
Bahan laporan tersebut berkaitan dengan unit organisasi yang dapat berbentuk perusahaan, perkumpulan,koperasi,yayasan unit pemerintah dsb.

2.       Menghasilkan informasi keuangan
Akuntansi adalah alat yang dikembangkan berdasarkan ilmu pengetahuan guna menghasilkan laporan keuangan yang bersifat kwantitatif.

3.       Pihak  yang berkepentingan
Laporan yang dihasilan memberikan informasi kepada pihak-pihak tertentu untuk dijadikan dasar dalam mengambil keputusan.

4.       Transaksi
Yang menjadi objek akuntansi adalah transaksi atau kejadian-kejadian yang memberikan perubahan posisi dari sebuah perusahaan atau unit organisasi.
Transaksi dalam suatu periode akuntansi terjadinya berulang-ulang dan banyak jenisnya sehingga terlebih dahulu harus diproses dalam tahapan-tahapan kegiatan sebagai berikut:

    Pengidentifian (penentuan) dan pengukuran
    Pencatatan ( Recording)
    Penggolangan ( Classification )
    Pengikhtisaran ( Summarizing )
    Penyusunan laporan keuangan ( Reporting )


5.       Cara tertentu
Transaksi perusahaan diolah dengan berpedoman pada prinsip-prinsip yang umum berlaku yang di atur dalam Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia (PAI)

2. Prinsip-prinsip Akuntansi
      Dalam mengerjakan akuntansi perlu adanya suatu pedoman umum yang disebut prinsip akuntansi. Dengan adanya prinsip ini akan diperoleh titik tolak yang seragam bagaimana cara mencatat dan menyajikan aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan biaya dalam lapor keuangan. Prinsip ini umumnya dikelompokkan sebagai berikut:
1)  Prinsip kesatuan usaha (entity)
Suatu anggapan bahwa akuntasi diterapkan pada suatu, unit ekonomi yang merupakan suatu kesatuan usaha yang berdiri sendiri, terpisah darri unit ekonomi lainya juga dari pemiliknya. Dalam pelaksanaan prinsip ini mengharuskan ada pemisahan antara harta dan kewajiban perusahaan lain.
2)   Prinsip kontinuitas (going concern)
Suatu anggapan bahwa akuntasi diterapkan pada perusahaan (Unit Ekonomi) didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas,atau dalam keadaan normal akan terus menjalankkan usahanya. Prinsip ini memungkinkan adanya beban-beban (biaya-biaya) yang ditangguhkan pembebanannya, misalnya penurunan nilai (Penyusutan) aktiva tetap seperti gedung atau masing-masing yang dipergunakan dalam usaha perusahaan, kerugian karena penyusutannya akan dibebankan kepada periode-periode selama masa penggunaannya.
3)  Prinsip  konservatisand (conservatism)
Konsep ini memungkinkan perusahaan dapat memilih salah satu metoda dan prosedur akuntansi misalnya untuk aktiva akan dipilih suatu nilai yang paling rendah dan sebaliknya untuk nilai utang yang mempunyai alternatif dalam menentukannya akan diambil nilai yang paling besar. Akibat konsep ini perusahaan memilih rentangan yang terkecil. Penggunaan asal konservattif di dalam praktik nampak tercermin dalam :
1). Membuat perhitungan penyusutan
2). Penilaian berdasrkan harga yang paling rendah di antara harga perolehan dengan harga pasar.
Penerapan konsep konservatif yang berlebih-lebihan perlu dihindari yang dapat mengoleh ketidakwajaran laporan keuangan.
4)       Prinsip Konsistensi (consistency)
Berdasarkan prinsip konsisten berarti setiap perusahaan diharuskan unuk menetapkan prinsip, konsep dan metode akuntansi yang sama dari suatu periode ke periode berikutnya. Akan tetapi tidak berarti perusahaan tidak boleh merubah prinsip, konsep atau metoda akuntansinya. Perubahan dapat dilakukan dengan alasan yang secara jelas dapat diutarakan dalam laporan keungan serta pengaruh kwantitatif akibat perubahan tersebut. Prinsip ini dimaksudkan untuk mencegah manipulasi informasi yang akibatnya cukup material terhadap hasil usaha maupun posisi keungan perusahaan.
5)                     Prinsip cukup berarti (materiality)
Meskipun suatu laporan keuangan harus lengkap tidak berarti harus sampai sekecil-kecilnya sehingga menimbulkan keruwetan dan tidak mudah dimengerti misalnya jumlah selisih sebesar Rp.10,00 dari jumlah total Rp.10.000.000,00 maka jumlah Rp.10,00 dianggap jumlah selisih tidak berarti.
6)                     Prinsip lengkap (completeness)
Prinsip ini menuntut bahwa laporan keuangan, catatan-catatan atau bahan-bahan keterangan yang ada hubungan dengan laporan keuangan, dan yang penting bagi para pemakai laporan keuangan, dan yang penting bagi para pemakai laporan keuangan, harus diinformasikan secara lengkap, tidak ada yang disembunyikan.
7)       Prinsip dapat dimengerti (understandbility)
Semua data dan informasi yang penting yang tercantum dalam laporan keuangan harus diungkapkan sejelas-jelasnya agar para pemakai laporan keuangan dapat mengerti dengan jelas.
8)       Prinsip obyektif (obyektivity principles)
Kemanfaatan suatu laporan keuangan ditentukan sejauh mana keobyektivan dan  dapat dibuktikan kebenaran data tersebut. Prinsip ini diharapkan guna menghindari terjadinya penilaian yang salah yang membawa konsekwensi salahnya interprestasi dan kesimpulan.

3. Bidang-Bidang Akuntansi  
a).  Akuntansi Keuangan (Financial Acccounting)
akuntansi keuangan disebut juga akuntansi umum (general accounting), yaitu akuntansi yang sasaran (obyek) kegiatannya adalah transaksi keuangan yang menyangkut harta, utang dan modal suatu perusahaan.
Akuntansi keuangan bertujuan menyajikan laporan keuangan untuk kepentingan pihak intern perusahaan (manajemen) dan pihak-pihak eksteren, misalnya bank, investor, pemerintah dan masyarakat umum.
b).  Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
      akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian laporan mengenai transaksi keuangan yang berhubungan dengan biaya pembuatan dan penjualan produk serta analisa dan penafsiran terhadap hasilnya.
      Akuntansi biaya bertujuan untuk memberikan informasi biaya pembuatan suatu produk hanya kepada pimpinan perusahaan (pihak intern).
c).  Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
      akuntansi perpajakan adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan masalah perpajakan misalnya dalam hal penentuan obyek pajak yang menjadi beban perusahaan serta perhitungannya untuk kepentingan penyusunan laporan pajak.
      Kegiatan akuntansi perpajakan fungsinya membantu manajemen dalam menentukan pilihan-pilihan transaksi yang akan terjadi, sehubungan dengan pertimbangan-pertimbangan perpajakan. Oleh karena itu akuntan yang bekerja dalam bidang ini harus mengetahui benar tentang undang-undang perpajakan yang berlaku.
d).  Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
      akuntansi anggaran adalah akuntansi yang kegiatanya berhubungan dengan pengumpulan data pengolahan data operasi keuangan yang sudah terjadi, serta taksiran kemungkinan yang akan terjadi untuk kepentingan penetapan rencana operasi keuangan perusahaan (anggaran) dalam satu periode tertentu. Catatan mengenai perbandingan antara rencana operasi keuangan yang telah ditetapkan dengan pelaksanaanya merupakan alat bantu manajemen dalam melaksanakan fungsi pengawasan.
e).  Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh seorang akuntan terhadap hasil dari pekerjaan akuntansi.
f).   Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting)
      Akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan Negara, atau sering juga dengan istilah administrasi keuangan Negara.
g).  Akuntansi Manejemen (Managerial Accounting)
      Akuntansi manejemen adalah akuntansi yang kegiatannya khusus mengolah data dengan suatu sistem yang direncanakan dengan tujuan melanyani manajemen dalam pengambilan keputusan yang bersifat rutin atau keputusan yang bersifat khusus.
      Kegiatan akuntansi manajemen meliputi :
1)       merancang sistem pengumpulan data
2)       menyediakan data yang relevan dengan keputusan manajemen yang akan diambil
3)       membantu manajemen dalam menentukan langkah-langkah pilihan (alternatif)
4)       membantu manajemen dalam menentukan pilihan yang baik untuk memecahkan suatu masalah
5)       membantu manajemen dalam merencanakan kegiatan-kegiatan dimasa datang.
 h). Sistem Akuntansi (Accounting Siystem)
      sistem akuntansi adalah akuntansi yang berhubungan dengan perencanaan, pelaksanaan prosedur pengumpulan dan pelaporan data keuangan. Sistem akuntansi ini mencoba menciptakan / merencanakan suatu cara untuk melindungi kekayaan perusahaan dan sejauh mungkin menciptakan laporan yang efisien dan berguna bagi perusahaan.
4.  Pihak-Pihak Yang Berkepentingan Terhadap Informasi Akuntansi
Informasi akuntansi adalah data transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan selama satu periode tertentu yang diikhtisarkan dalam bentuk laporan keuangan.
Laporan keuangan meliputi neraca yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan, laporan rugi laba yang menggambarkan perkembangan dan hasil usaha perusahaan, serta laporan-laporan lainnya. Dengan demikian laporan keuangan merupakan alat komunikasi antara kegiatan usaha perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan dan perkembangan perusahaan yang bersangkutan.
Dari informasi yang dihasilkan oleh akuntansi banyak diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, antara lain :
1).    Pihak Intern :
Para pengelolah / pemimpin perusahaan
Para pengelolah perusahaan sangat berkepentingan langsung untuk mengetahui perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan. Data akuntansi merupakan informasi bagi manajemen yang dipakai sebagai bukti analisa interpretasi dalam mengevaluasi kegiatan yang telah dicapai perusahaan, dan bagaimana mencoba membuat rencana kegiatan usaha untuk periode mendatang.
2).    Pihak Ekstern :
a).     Pemilik dan calon pemilik
Pemilik atau calon pemilik perlu mengetahui bagaimana perkembangan perusahaan misalnya untuk mengetahui perbandingan antara modal yang ditanamkan dengan laba yang diperoleh sehingga dapat dianalisa apakah perusahaan cukup menguntungkan atau tidak. Jelasnya informasi ini dijadikan salah satu pertimbangan pula oleh pihak yang akan ikut menanamkan modalnya diperusahaan tersebut.
b).     Para kreditur dan calon kreditur
Pihak-pihak kreditur dan calon kreditur memerlukan laporan keuangan dari suatu perusahaan yang digunakan sebagai pegangan untuk mengetahui likuiditas, solvabilitas dari suatu perusahaan dalam memberikan kredit terhadap perusahaan tersebut.
c).     Lembaga pemerintah
Informasi akuntansi oleh pihak pemerintah berguna disamping untuk tujuan penetapan pajak juga dapat dijadikan dasr untuk menyusun suatu kebijaksanaan di samping juga untuk kepentingan data statistik pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Biro Pusat Statistik, yang selanjutnya akan dijadikan dasar perencanaan pemerintah.
d).     Karyawan perusahaan
Karyawan suatu perusahaan berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan yaitu :
1).     Untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan tempat mereka bekerja dalam memberikan upah dan jaminan sosial lainnya.
2).     Dari laporan keuangan dapat dilihat perkembangan serta prospek perusahaan yang bersangkutan, sehingga karyawan dapat menentukan pilihan langkah yang harus dilakukan, sehubungan dengan kelangsungan kerjanya.
3).     Dalam perusahaan yang biasa memberikan bonus kepada karyawannya setiap akhir periode, dengan melihat laporan keuangan maka karyawan dapat mengetahui tingkat kelayakan bonus yang diterimanya dibanding dengan keuntungan perusahaan dalam periode bersangkutan.
4).     Dalam perusahaan besar biasanya dibentuk serikat kerja yang mewakili karyawan untuk memperjuangkan nasib mereka misalnya dalam kenaikan gaji / upah, jaminan sosial dan kepentingan lainnya. Informasi keuangan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk serikat buruh tersebut.

Strategi Pemasaran

Strategi Pemasaran adalah sebuah proses yang dapat memungkinkan organisasi untuk memusatkan sumber daya pada kesempatan yang optimal dengan tujuan meningkatkan penjualan dan mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan [1] Strategi Pemasaran mencakup semua kegiatan dasar dan jangka panjang di bidang pemasaran yang. kesepakatan dengan analisis situasi awal strategis perusahaan dan perumusan, evaluasi dan pemilihan strategi yang berorientasi pasar dan karena itu berkontribusi pada tujuan perusahaan dan tujuan pemasaran.

MS1

Mengembangkan strategi pemasaran

Strategi pemasaran berfungsi sebagai fondasi dasar dari rencana pemasaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mencapai tujuan pemasaran . Rencana dan tujuan umumnya diuji untuk hasil yang dapat diukur. Umumnya, strategi pemasaran yang dikembangkan sebagai multi-tahun rencana, dengan rencana taktis merinci tindakan spesifik yang harus dicapai pada tahun berjalan. Waktu cakrawala dicakup oleh rencana pemasaran bervariasi oleh perusahaan, oleh industri, dan oleh bangsa, namun, horizon waktu menjadi lebih pendek sebagai kecepatan perubahan dalam meningkatkan lingkungan. Strategi pemasaran yang dinamis dan interaktif.. Mereka sebagian direncanakan dan sebagian tidak direncanakan. Lihat dinamika strategi.

Strategi pemasaran melibatkan pemindaian cermat terhadap lingkungan internal dan eksternal . Faktor lingkungan internal meliputi bauran pemasaran, ditambah analisis kinerja dan kendala strategis.  faktor lingkungan eksternal mencakup analisis pelanggan, analisis pesaing, analisis target pasar, serta evaluasi dari setiap unsur lingkungan, teknologi ekonomi, budaya dan politik / hukum akan berdampak keberhasilan . sebuah komponen kunci dari strategi pemasaran sering untuk menjaga pemasaran sejalan dengan pernyataan misi menyeluruh perusahaan.

Setelah scan lingkungan menyeluruh selesai, rencana strategis dapat dibangun untuk mengidentifikasi alternatif bisnis, menetapkan tujuan yang menantang, menentukan bauran pemasaran yang optimal untuk mencapai tujuan tersebut, dan implementasi detail.  Sebuah Langkah terakhir dalam mengembangkan strategi pemasaran adalah membuat rencana untuk memantau kemajuan dan satu set kontinjensi jika muncul masalah dalam pelaksanaan rencana.

Jenis strategi

Strategi pemasaran mungkin berbeda tergantung pada situasi yang unik dari bisnis individu. Namun ada beberapa cara mengkategorikan beberapa strategi generik. Penjelasan singkat tentang skema kategorisasi yang paling umum adalah sebagai berikut:

Strategi berdasarkan dominasi pasar – Dalam skema ini, perusahaan diklasifikasikan berdasarkan pangsa pasar mereka atau dominasi industri. Biasanya ada empat jenis strategi dominasi pasar:

Pemimpin
Penantang
Pengikut
Nicher

Porter generik strategi – strategi pada dimensi lingkup strategis dan kekuatan strategis. Lingkup strategis mengacu pada penetrasi pasar meskipun kekuatan strategis mengacu pada keunggulan kompetitif yang berkelanjutan perusahaan. Kerangka strategi generik (porter 1984) terdiri dari dua alternatif masing-masing dengan dua lingkup alternatif. Ini adalah Diferensiasi dan murah kepemimpinan masing-masing dengan dimensi Focus-luas atau sempit. Diferensiasi ** Produk ** Biaya kepemimpinan ** Segmentasi pasar * Inovasi strategi – ini berhubungan dengan tingkat perusahaan pengembangan produk baru dan inovasi model bisnis. Ini menanyakan apakah perusahaan di ujung tombak teknologi dan inovasi bisnis. Ada tiga jenis: ** Perintis ** pengikut Tutup ** pengikut Akhir strategi Pertumbuhan * – Dalam skema ini kita bertanya, “Bagaimana seharusnya perusahaan tumbuh?”. Ada sejumlah cara yang berbeda untuk menjawab pertanyaan itu, namun yang paling umum memberikan empat jawaban:

Horizontal Integrasi
Integrasi vertikal
Diversifikasi
Intensifikasi

Ini cara pertumbuhan yang disebut sebagai pertumbuhan organik. Pertumbuhan horisontal adalah dimana perusahaan tumbuh ke arah memperoleh bisnis lain yang berada dalam baris yang sama dari bisnis misalnya outlet pakaian ritel memperoleh outlet makanan. Kedua berada di perusahaan ritel dan integrasi mereka menyebabkan ekspansi. Integrasi vertikal dapat maju atau mundur. Integrasi ke depan adalah dimana perusahaan tumbuh terhadap pelanggan misalnya sebuah perusahaan manufaktur makanan memperoleh outlet makanan. Integrasi ke belakang adalah dimana perusahaan tumbuh menuju sumber pasokan misalnya outlet makanan memperoleh outlet manufaktur makanan. Skema yang lebih rinci menggunakan categoriesMiles, Raymond (2003). Organisasi Strategi, Struktur, dan Proses. Stanford: Stanford University Press. ISBN 0-8047-4840-3.:

Pencari
Analyzer
Pembela
Reaktor
Strategi pemasaran perang – Skema ini menarik kesejajaran antara strategi pemasaran dan strategi militer.

Peserta pemasaran sering menggunakan model strategis dan alat untuk menganalisis keputusan pemasaran. Ketika memulai analisis strategis, 3Cs dapat digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang luas dari lingkungan strategis. Sebuah Matrix Ansoff juga sering digunakan untuk menyampaikan posisi strategis organisasi dari bauran pemasaran mereka. 4P tersebut kemudian dapat digunakan untuk membentuk rencana pemasaran untuk mengejar strategi yang ditetapkan.

Ada banyak perusahaan terutama di Consumer Goods Paket (CPG) pasar yang mengadopsi teori menjalankan bisnis mereka berpusat di sekitar kebutuhan konsumen, Shopper & Pengecer. Departemen Pemasaran mereka menghabiskan waktu yang berkualitas mencari “Peluang Pertumbuhan” di kategori mereka dengan mengidentifikasi wawasan yang relevan (baik pola pikir dan perilaku) pada Konsumen target mereka, pembeli dan mitra ritel. Peluang Pertumbuhan ini muncul dari perubahan tren pasar, dinamika perubahan segmen dan merek juga internal atau tim bisnis Pemasaran operasional challenges.The kemudian dapat memprioritaskan Peluang Pertumbuhan dan mulai mengembangkan strategi untuk memanfaatkan peluang-peluang yang dapat mencakup produk baru atau disesuaikan, jasa serta perubahan 7PS tersebut.